KARAWANG, 15 OKTOBER 2026 – Kebakaran hebat yang meludeskan Kantor ATR/BPN Kabupaten Karawang pada Rabu malam, 14 Oktober 2026 pukul 23.00 WIB, bukan sekadar musibah. Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPersi) Kabupaten Karawang, Feri Maulana, menyebutnya sebagai peristiwa janggal yang harus diusut tuntas hingga ke akar.
"Ini murni musibah korsleting atau ada sesuatu di balik puing-puing itu? Jangan buru-buru kita sebut musibah kalau sistem pengamanannya saja mati suri," tegas Feri Maulana, Kamis (15/10/2026).
Feri mempertanyakan, bagaimana mungkin api bisa melahap 90% gedung utama hingga gudang arsip, mulai lantai satu dan dua, tanpa ada peringatan dini?
I. KEBAKARAN DI MOMEN SENSITIF, MODUS KLASIK HILANGKAN BARANG BUKTI?
Menurut Feri, kebakaran ini terjadi di saat konflik agraria di Karawang sedang memanas.
"Beberapa waktu lalu ratusan warga Poponcol geruduk Kantor BPN. Mereka teriak sertifikat PTSL tak kunjung jadi. Kasus-kasus sengketa tanah, penyerobotan, dan dugaan mafia tanah di Karawang menumpuk di BPN. Pas puncak-puncaknya, eh... kantornya kebakaran, arsipnya jadi abu. Wajar kalau publik curiga. Ini pola lama," ungkap Feri.
Feri mengingatkan bahaya hilangnya warkah atau data fisik. Jika arsip kertas hilang dan backup digital tidak transparan, oknum mafia tanah bisa berpesta pora melakukan plotting ulang, mengklaim tanah rakyat secara sepihak.
"Tanpa kebakaran saja mafia tanah merajalela di Karawang, apalagi kalau arsipnya sudah jadi abu. Ini yang harus kita selamatkan. #SelamatkanArsipTanahRakyat," ujarnya.
II. FAKTA BOBROK: APAR JADI PAJANGAN, ALARM HANYA AKSESORIS
Feri juga menyoroti bobroknya manajemen keselamatan gedung-gedung pemerintah di Karawang, yang diduga menjadi penyebab api sulit dikendalikan.
Berdasarkan Kepmen PU No. 11/KPTS/2000 dan Permen PU No. 26/PRT/M/2008, gedung perkantoran publik WAJIB memiliki alarm otomatis-manual, detektor asap, springkler, dan APAR yang terawat.
Faktanya?
"APAR di gedung-gedung Pemda Karawang itu cuma pajangan! Nempel di dinding, berdebu, tekanannya NOL, segel karatan. Tidak pernah di-refill 6 bulan sekali sesuai Permenaker No. 4 Tahun 1980. Pegawainya pun tidak tahu cara pakainya," tegas Feri.
Contoh nyata: Gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang, APAR-nya mati sudah hampir satu tahun dibiarkan. Bagaimana dengan Gedung Pemda 2 yang megah itu? Apakah alarm dan APAR-nya sudah sesuai spek teknis atau hanya megah di luar?
"Kalau di BPN saja yang merupakan objek vital nasional sistem alarmnya tidak berfungsi, bagaimana kita bisa yakin gedung lain aman? Jangan tunggu Gedung Bupati yang terbakar baru sibuk audit," katanya.
III. 5 TUNTUTAN TEGAS KETUA DPC AKPERSI KARAWANG
Atas kejadian ini, Feri Maulana menyampaikan 5 tuntutan:
1. Kepada Menteri ATR/BPN RI, Nusron Wahid:
Buka dan pulihkan seluruh backup data digital pertanahan Karawang secara transparan. Umumkan ke publik berapa warkah yang selamat dan berapa yang hangus. Jangan sampai kebakaran dijadikan alasan untuk menghapus hak tanah rakyat.
2. Kepada Kapolda Jabar dan Kapolres Karawang:
Usut tuntas! Libatkan Puslabfor Polri. Uji secara ilmiah apakah ini murni korsleting listrik akibat kelalaian maintenance, atau ada dugaan kesengajaan/sabotase untuk menghilangkan dokumen sengketa tanah. Proses harus terbuka.
3. Kepada Bupati Karawang dan Kepala Dinas Damkar:
Perintahkan AUDIT DARURAT total sistem proteksi kebakaran di seluruh gedung OPD dalam 7x24 jam. Cek APAR, cek alarm, cek instalasi listrik. Jangan hanya bisa memadamkan, tapi harus bisa mencegah. Anggaran pemeliharaan APAR itu cuma 500 ribu, jangan kalah dengan anggaran cat gedung miliaran.
4. Kepada Kejaksaan Negeri Karawang:
Turut awasi. Karena di dalam gedung BPN ada arsip negara yang nilainya triliunan rupiah. Jika ada kelalaian anggaran pemeliharaan yang menyebabkan kerugian negara, harus ada yang bertanggung jawab.
5. Kepada Seluruh Masyarakat dan Insan Pers:
Kawal kasus ini. Jangan biarkan isu ini hilang dalam 2 hari. Keadilan agraria harus tegak di Karawang.
"Api tidak butuh undangan, api hanya butuh kelalaian untuk membesar. Dan hari ini kelalaian itu telah membakar 90% Kantor BPN Karawang. Cukup sudah APAR jadi pajangan!" tutup Feri Maulana.
*#UsutTuntasKebakaranKantorATRBPNKarawang*
*#SelamatkanArsipTanahRakyat* lusi News.




0 Komentar